Profil Desa

VISI DAN MISI DESA

 

Visi

  • Mewujudkan Desa Sudimara menjadi Desa Industri kecil dan perkebunan yang maju , mandiri dan sejahtera

 

Misi

  • Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Meningkatkan taraf Pendidikan
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam swadaya pembangunan
  • Memberdayakan seluruh lapisan masyarakat untuk menggali, mengembangkan dan mengelola sumber daya yang dimiliki desa
  • Menjalin kemitraan dengan pihak lain
  • Meningkatkan pelayanan umum
  • Menciptakan kondisi tertib, aman, demokratis berlandaskan keselarasan dan berdasarkan undang-undang yang berlaku
  • Menjaga kelestarian dan menumbuhkembangkan budaya dan seni local
  • Meningkatkan kemandirian dan pemerataan dan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang demokratis , partisipatif dan akuntabilitas.
  • Menciptakan perokonomian kerakyatan yang handal.
 
secretpemdessudimara

Halaman Sejarah Desa

WILAYAH DESA SUDIMARA

Desa Sudimara terbagi menjadi 2 (dua) Dusun . Dusun I dibagi dalam 2 RW ( RW 1 dan RW 2 ), Dusun II dibagi dalam 2 RW ( RW 3 dan RW 4 ).

RW 1 terdiri dari 6 RT, RW 2 terdiri dari 7 RT, RW 3 terdiri dari 7 RT, dan RW 4 terdiri dari 4 RT.

Dusun I dan Dusun II dibatasi dengan sungai terbesar didesa Sudimara yaitu Sungai / Kali ENTE.

Desa Sudimara berbatasan dengan desa :

  • Sebelah Utara     :     Desa Cilongok dan Pageraji
  • Sebelah Selatan  :     Desa Kasegeran
  • Sebelah Barat     :     Desa Batuanten dan Cilongok
  • Sebelah Timur    :      Desa Pageraji
Kode Desa/Kelurahan                     : 3302172007
Luas Wilayah                                  : 187.33 Hektar
Koordinat Bujur                               : 109.149355
Koordinat Lintang                            : -7.425815
Ketinggian Diatas Permukaan Laut : 225 Meter
 

2. Luas wilayah menurut penggunaan

Luas pemukiman

55,40 Ha

Luas persawahan

68,90 Ha

Luas perkebunan

15,80 Ha

Luas kuburan

2,97 Ha

Luas pekarangan

0,00 Ha

Luas taman

0,00 Ha

Perkantoran

0,10 Ha

Luas prasarana umum lainnya

21,73 Ha

Total luas

164,90 Ha

 

TANAH SAWAH

 

Sawah irigasi teknis

0,00 Ha

Sawah irigasi ½ teknis

58,30 Ha

Sawah tadah hujan

10,60 Ha

Sawah pasang surut

0,00 Ha

Total luas

68,90 Ha

 

 

TANAH KERING

 

Tegal/ladang

25,50 Ha

Pemukiman

55,40 Ha

Pekarangan

0,00 Ha

Total luas

80,90 Ha

 

 

TANAH BASAH

 

Tanah rawa

0,00 Ha

Pasang surut

0,00 Ha

Lahan gambut

0,00 Ha

Situ/waduk/danau

0,00 Ha

Total luas

0,00 Ha

 

 

TANAH PERKEBUNAN

 

Tanah perkebunan rakyat

15,80 Ha

Tanah perkebunan negara

0,00 Ha

Tanah perkebunan swasta

0,00 Ha

Tanah perkebunan perorangan

0,00 Ha

Total luas

15,80 Ha

 

 

TANAH FASILITAS UMUM

 

Kas Desa/Kelurahan:

16,78 Ha

a. Tanah bengkok

16,78 Ha

b. Tanah titi sara

0,00 Ha

c. Kebun desa

0,00 Ha

d. Sawah desa

0,00 Ha

Lapangan olahraga

1,10 Ha

Perkantoran pemerintah

0,10 Ha

Ruang publik/taman kota

0,00 Ha

Tempat pemakaman desa/umum

2,97 Ha

Tempat pembuangan sampah

0,00 Ha

Bangunan sekolah/perguruan tinggi

0,29 Ha

Pertokoan

0,00 Ha

Fasilitas pasar

0,02 Ha

Terminal

0,00 Ha

Jalan

0,49 Ha

Daerah tangkapan air

0,00 Ha

Usaha perikanan

0,00 Ha

Sutet/aliran listrik tegangan tinggi

0,00 Ha

Total luas

21,73 Ha

 

 

TANAH HUTAN

 

Hutan lindung

0,00 Ha

Hutan produksi

0,00 Ha

a. Hutan produksi tetap

0,00 Ha

b. Hutan terbatas

0,00 Ha

Hutan konservasi

0,00 Ha

Hutan adat

0,00 Ha

Hutan asli

0,00 Ha

Hutan sekunder

0,00 Ha

Hutan buatan

0,00 Ha

Hutan mangrove

0,00 Ha

Hutan suaka

0,00 Ha

a. Suaka alam

0,00 Ha

b. Suaka margasatwa

0,00 Ha

Hutan rakyat

0,00 Ha

Total luas

0,00 Ha

 

 

 

3. Iklim

Curah hujan

2.000,00 mm

Jumlah bulan hujan

3,00 bulan

Kelembapan

0,00

Suhu rata-rata harian

32,00 oC

Tinggi tempat dari permukaan laut

225,00 mdl

 

 

 

4.Jenis dan Kesuburan Tanah

Warna tanah (sebagian besar)

Hitam 

Tekstur tanah

Debuan

Tingkat kemiringan tanah

0,00 derajat

Lahan kritis

0,00 Ha

Lahan terlantar

0,00 Ha

 

 

Tingkat erosi tanah

 

Luas tanah erosi ringan

0,00 Ha

Luas tanah erosi sedang

0,00 Ha

Luas tanah erosi berat

0,00 Ha

Luas tanah yang tidak ada erosi

0,00 Ha

 

5. Topografi

Desa/kelurahan dataran rendah

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan berbukit-bukit

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan dataran tinggi/pegunungan

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan lereng gunung

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan tepi pantai/pesisir

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan kawasan rawa

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan kawasan gambut

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan aliran sungai

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan bantaran sungai

Tidak

0,00 Ha

Lain-Lain

 

0,00 Ha

 

 

 

Letak

 

 

Desa/kelurahan kawasan perkantoran

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan kawasan pertokoan/bisnis

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan kawasan campuran

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan kawasan industri

Tidak

0,00 Ha

Desa/Kelurahan kepulauan

Tidak

0,00 Ha

Desa/Kelurahan pantai/pesisir

Tidak

0,00 Ha

Desa/Kelurahan kawasan hutan

Tidak

0,00 Ha

Desa/Kelurahan taman suaka

Tidak

0,00 Ha

Desa/Kelurahan kawasan wisata

Tidak

0,00 Ha

Desa/Kelurahan perbatasan dengan negara lain

Tidak

0,00 Ha

Desa/Kelurahan perbatasan dengan provinsi lain

Tidak

0,00 Ha

Desa/Kelurahan perbatasan dengan kabupaten lain

Tidak

0,00 Ha

Desa/Kelurahan perbatasan antar kecamatan lain

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan DAS/bantaran sungai

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan rawan banjir

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan bebas banjir

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan potensial tsunami

Tidak

0,00 Ha

Desa/kelurahan rawan jalur gempa bumi

Tidak

0,00 Ha

 

 

 

Orbitasi

 

 

Jarak ke ibu kota kecamatan

3,00 Km

Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan
kendaraan bermotor

0,15 Jam

Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan
berjalan kaki atau kendaraan non bermotor

0,45 Jam

Kendaraan umum ke ibu kota kecamatan

2,00 unit

Ada

Jarak ke ibu kota kabupaten/kota

15,00 Km

Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan
kendaraan bermotor

1,00 Jam

Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan
berjalan kaki atau kendaraan non bermotor

2,00 Jam

Kendaraan umum ke ibu kota kabupaten/kota

1,00 unit

Ada

Jarak ke ibu kota provinsi

240,00 Km

Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi dengan
kendaraan bermotor

4,00 Jam

Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi dengan
berjalan kaki atau kendaraan non bermotor

48,00 Jam

Kendaraan umum ke ibu kota provinsi

5,00 unit

Ada

Sejarah Desa Sudimara

Belum adanya data atau sejarah tertulis mengenai riwayat Desa Sudimara. Sehingga hanya mencari sumber-sumber yang dapat dipercaya serta dari cerita turun temurun yang masih dipercaya diantaranya dari para sesepuh desa yang sekarang masih hidup .

Kepemimpinan yang pertama Desa Sudimara dijabat oleh Ki Nayakrama ( Salah satu buyut – keturunan ke tiga dari Mbah Banon ) sekitar Tahun 1898 s/d 1901, kepemimpinanya hanya 3 tahun karena meninggal dunia akibat diracun oleh penjahat dikala memimpin kerja bhakti jalan kereta api di daerah Lebak Siu Karang Tengah ( Penjahat tidak senang terhadap kepiawaian / keahlian beliau dalam menjaga keamanan dan selalu dapat menggagalkan rencana / tindakan / aksi para penjahat , garong, pencuri di Desa Sudimara kala itu ).

Dilanjutkan oleh R. TJOKRO SUPARNO , Kepemimpinan ke dua yang dikenal dengan “ Mbah Penatus” merupakan Lurah penugasan dari Kolonial Belanda sekitar tahun 1901 s/d 1945, yang akhirnya bersama putra-putri dan cucunya banyak yang aktif membela Kemerdekaan Republik Indonesia. Pelaksanaan pembangunan monumental yang dilaksanakan antara lain :

  1. Pembangunan Pasar Desa yang sempat menjadi pusat perdagangan wilayah Banyumas Barat .
  2. Disektor Pertanian antara lain membuat dawuan wedus, dawuhan ente dan lain-lain.
  3. Disektor Keagamaan, pada tahun 1921 bersama masyarakat membangun Masjid Cirau sekarang bernama masid Al-Makmur.
  4. Membangun Pondasi Jembatan Kali Ente pada tahun 1930.
  5. Sektor Pendidikan membangun dua ruang gedung semi permanent ( Bagian atas menggunakan plupuh bambu ) untuk Sekolah Rakyat – 3 pada tahun 1915.

Kepemimpinan berikutnya ( Periode Ke-3 ) dijabat Lurah DARWAN dilaksanakan dengan memakai system Pemilihan “ Bithing “ . Kepemimpinan lurah DARWAN diperkirakan tahun 1945 s/d 1950. Momen sejarah yang sangat penting dimasa kepemimpinanya adalah peristiwa Senen Kliwon yang tercatat dalam sejarah Banyumas Geger Sudimara yaitu di bombardirnya Desa Sudimara pada hari senin kliwon oleh Tentara Belanda yang menganggap Desa Sudimara menjadi markas tentara Republik Indonesia yang dipimpin oleh Pujadi Jaring Bandayudha, banyak korban jatuh oleh tembakan tentara Belanda namun tak satupun warga masyarakat Desa Sudimara yang menjadi korban. Dari tahun 1949 sampai dengan tahun 1950 ada yang memberi istilah “ Jaman Siapan “ Lurah Kosong yang ada hanya junjang ( Perangkat Desa ) situasi saat itu sedang genting karena agresi Belanda ke dua .

Masa Periode ke empat / Kepemimpinan ke empat tahun 1950 sampai dengan tahun 1975 dipimpin oleh Lurah Darsun Moestareja, karena kondisi saat itu masih kacau maka sistim pemilihannya menggunakan cara “ Gendongan “ Pada masa kepemimpinan beliau perkembangan Desa Sudimara sudah mengarah pada kegiatan Pembangunan secara langsung. Diantaranya, Peyelesaian Jembatan kali Ente tahun 1958 yang menjadi penghubung dan perbatasan wilayah Kadus I dan Kadus II Peresmiannya dilaksanakan pada Hari tanggal 17 Agustus 1958, Pembangunan Dawuan Rana Tirta Tahun 1968 dan hampir setiap tahun mengadakan pembangunan penambahan lokal ruang sekolah rakyat dari 2 lokal menjadi 4 lokal dengan bagunan permanent berlantai jubin ( terbuat dari batu ) tahun 1958 menambah satu lokal, tahun 1960 menambah satu lokal menjadi 6 lokal untuk pertama sekolah rakyat kelas 6 dengan bentuk gedung leter L. baru tahun 1962 menjadi Sekolah Dasar Negeri Sudimara, Pada tahun 1971 membangun TK Pertiwi Sudimara dengan rumah biasa dikomplek SD dan TK Diponegoro diwilayah Maratelu, Tahun 1973 membuat Lapangan Desa dengan cara tukar pakai bengkok dengan pekulen/sawah milik seorang warga masyarakat bernama Takum Sumawiyata (besan lurah Darsun M) di wilayah kenari 300 meter sebelah selatan dari Balai Desa / Pasar Desa Sudimara, Tahun 1974 merenofasi bangunan gedung SD membujur ke timur disebelah selatan hingga sekarang dan telah beberapa kali direnofasi .

Periode kelima tahun 1976 sampai dengan tahun 1980 Desa Sudimara dipimpin oleh Lurah Karateker ( Kartiker ) Penugasan lurah dari atasan yaitu Lurah Sisworo dari Kesatuan Polri yang berasal dari Desa Tambak Sumpiuh. Bersama warga masyarakat membangun antara lain, Tahun 1976 membangun masjid Al Mangunah diwilayah Galongan Maratelu dan memindah TK Diponegero ke depan masjid saat itu menggunakan bekas Surau, Tahun 1977 memindah Balai Desa dari kediaman Mantan Lurah Moestareja ke Komplek Pasar/ sebelah selatan pasar Desa (lokasi sekarang), dengan bentuk rumah biasa dan menjadi komplek Kantor Desa hingga sekarang .

Pada Tahun 1980 Desa Sudimara untuk yang pertama kali melaksanakan Pemilihan Kepala Desa secara langsung ( Sudah tidak memakai sebutan Lurah ) dengan system Pemilihan Tanda Gambar : Padi, Ketela, Jagung dan lain lain untuk periode masa bakti delapan tahun , terpilihlah Kepala Desa Samsi Sastrodiwiryo dengan Tanda Gambar Ketela (Budin). Pelaksanaan pemilihan ini mulai mencerminkan Demokrasi yang LUBER                                ( Langsung,Umum,Bebas,dan Rahasia) dan system ini dipakai hingga sekarang.

Pada masa kepemimpinan Kepala Desa Samsi Sastrodiwiryo Tahun 1980 sampai dengan tahun 1989 yaitu Periode ke Enam, Desa Sudimara mulai tampak kegiatan yang beraneka ragam , Adapun kegiatan Pembangunan yang telah dilaksanakan adalah :

  1. Tahun 1980-1981 menggiatkan PKK, Mendirikan Karang Taruna dan Dasa Wisma .
  2. Tahun 1983 melaksanakan Pembangunan Pendopo Balai Desa dengan Model Joglo hingga sekarang masih dipergunakan.
  3. Tahun 1984 membangun Gedung Madrasah dan Masjid Darussalam Maratelu .
  4. Tahun 1984 membangun dawuhan Nayapada dan paron Bardiman .
  5. Tahun 1985 Membuat Lapangan Desa di Bantardawa di tanah bengkok banda Desa .
  6. Tahun 1986 Membangun beberapa jembatan antara lain jembatan kali busung kidul, tiga jembatan diwilayah Tembelang, jembatan Blater kidul, jembatan pring sedapur, menambah tiga lokal gedung Madrasah dan mengangkat Sekretaris Desa / Carik dari kaum hawa , Wanita pertama yang menjadi Perangkat Desa di Kecamatan Cilongok yaitu Ny. Suparyati .
  7. Tahun 1987 Pembangunan gedung TK Diponegoro secara permanen di grumbul galongan.
  8. Tahun 1989 Program listrik masuk Desa, dan pembuatan pengaman kedung longan dengan pendangkalan menggunakan urugan batu blonos .

Keramah tamahan,Kedisiplinan,Kebijakan serta ketekunan beliau dalam menjalankan ibadah merupakan sifat yang dimiliki Kepala Desa SAMSI SASTRODIWIRYO, yang patut kita ikuti dan kita tiru khususnya bagi generasi muda .

   Kepala Desa selanjutnya ( Periode Ke- 7) Terpilih dalam Pilkades Bpk. WARTONO, Kepala Desa WARTONO hanya menjabat selama 4 tahun ( Tahun 1990 – 1994 ) Pada masa kepemimpinan Kepala Desa WARTONO masih meneruskan Pembangunan yang telah dIprogram kades sebelumnya , antara lain :

  1. Tahun 1991 Membuat TK Pertiwi dengan bekas Lumbung Desa .
  2. Membuat Pagar Keliling Kantor Pemerintah Desa .
  3. Membangun jembatan dukuh kulon Kali busung lor, jembatan kuburan di kali batang sawoan tengah, Talud Jalan Desa, Renofasi Pasar Desa dan Kantor Desa .

Kepala Desa selanjutnya ( Periode Ke- 8 ) Terpilih Bp. MOEKALAM beliau hanya menjabat selama 4 tahun ( Tahun 1995 – 1999 ) Pada masa kempemimpinan Kepala Desa MOEKALAM masih meneruskan Pembangunan yang telah diprogram, dan telah membangun antara lain :

  1. Membangun Sarana pengairan bendung Gupit.
  2. Renofasi dan penambahan ruang Kantor Pemerintah Desa .
  3. Tahun 1999 melaksanakan program pengerasan jalan Sudimara sampai ke Tembelang dengan cara pemasangan Makadam serta talud sepanjang jalan, dengan biaya dari Pemerintah Pusat ( P3DT )

Periode ke sembilan dalam Pilkades yang kepanitiaannya dibentuk oleh Badan Perwakilan Desa sebagai Pengganti Lembaga Musyawarah Desa, dalam hal ini merupakan kelembagaan dengan perundangan baru, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. Terpilih Bpk. WARYOKO sebagai Kepala Desa untuk masa periode 5 tahun, Kepemimpinan Kepala Desa Waryoko Tahun 2001 sampai dengan 2006 bersama warga masyarakat telah melaksanakan pembangunan :

  1. Tahun 2002 Pengaspalan jalan Sudimara sampai Tembelang, Gang / jalan lingkungan sawoan, Lor Pasar, Dukuh laben lor, pembuatan jalan tembus serta jalan lintas Desa, jembatan penghubung wilayah sawoan ke grumbul blater, Pembangunan tempat-tempat ibadah dan Renofasi Pasar Desa dari Los menjadi Kios .
  2. Tahun 2003 Renofasi Masjid Almangunah, Al Makmur dan Darussalam .
  3. Tahun 2004 Renofasi Masjid Darussalam
  4. Pembangunan Sarana Pengairan ( Bendungan Nayapada, Pining, Kemiri , dll )
  5. Pembangunan sektor pendidikan, tahun 2002 renofasi dan pembuatan gedung tinggkat Madrasah, dana tanggap darurat dari Pemerintah, tahun 2005 melaksanakan Pembangunan pembuatan pondasi untuk TK Pertiwi, Pembangunan TK Diponegoro di komplek Madrasah.
  6. Pembuatan Lapangan mini sawoan dan lapangan diwilayah Kadus II (Grumbul Blater) serta perluasan dan perbaikan serta pemasangan gawang besi Lapangan Desa di grumbul Bantardawa, penataan dan pengukuran kembali tanah bengkok dan banda Desa .
  7. Renovasi Sarana dan Prasarana Kantor Desa, Pembuatan gudang, tempat parkir, pagar besi, kamar mandi/wc .
  8. Proyek Listrik ke Grumbul Blater dan dukuh laben, Air bersih dan jaringannya .
  9. Pembangunan mental dan kemasyarakatan:
  • Pemberdayaan Pengurus Lembaga Desa ( RT, LKMD, PKK, Karang Taruna )
  • Peningkatan Kegiatan Keagamaan, pembuatan gedung diniyah di masing masing wilayah Dusun .
  1. Serta Pembangunan-Pembangunan lainya yang telah tercatat dalam Kegiatan Pembangunan Desa.

Pada Tahun 2007, periode ke 10, Dalam Pilkades kembali Bapak Waryoko terpilih menjadi Kepala Desa Sudimara untuk yang ke dua kali (period eke 2), untuk masa bakti 6 tahun, Tahun 2007-2013 . Kegiatan – Kegiatan pembangunan yang belum terselesaikan di tahun 2007 ditindak lanjuti dengan penyelesaian pembangunan TK Diponegoro,Drainase di RT.04,05 RW.01, Bantardawa, Tembelang tengah, pengerasan jalan tembelang lor, melanjutkan pembangunan jembatan dukuh laben dan pengalihan jalan, pembangunan Musola Tembelang, RT.06/02, 06/01, Suling dibeberapa RT, Pembangunan, jalan Kuburan sawoan dan Depok, rehab kantor Desa dan PKK, Pembentukan Badan Permusyawaratan Desa sebagai pengganti Badan Perwakilan Desa, Komputerisasi, Melanjutkan Pembangunan TK Pertiwi dan beberapa kegiatan pembangunan diberbagai bidang yang belum dapat termuat karena keterbatasan informasi maupun administrasi. Adapun untuk meningkatkan kemajuan Desa Sudimara untuk lima tahun kedepan telah disusun RPJM tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 .

Pada Tanggal 5 Juni 2013, Bapak Waryoko telah berakhir masa jabatan sebagai Kepala Desa Sudimara tahap ke-dua, selanjutnya berdasar Rapat Pemilihan Kepala Desa Sudimara telah terpilih Bapak Tohir sebagai Kepala Desa Sudimara untuk masa jabatan 2013-2019. Bapak Tohir yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dusun I, dilantik pada tanggal 5 Juni 2013, dan menjadi Kepala Desa Sudimara periode ke – 11.

                        Tahun 2013 bapak Tohir masih meneruskan program kerja dari kepala desa sebelumnya / bpk waryoko, karena semua kegiatan dan kebijakan tahaun 2013 telah ditatapkan oleh bapak Waryoko.

Perangkat Desa s.d 2013

Kabar Desa
Font
Senin, 15 Agustus 2016
Pelatihan website desa  
Font
Selasa, 01 September 2015
Bertempat di pendopo Kecamatan Cilongok, untuk kesiapan Desa menghadapi dunia tehnologi. camat kec. cilongok bapak Alex Teguh Wibowo M, S.Sos membuka
Font
Selasa, 01 September 2015
Karang Taruna Tekad Sembada XII yang diketuai oleh Sdr. Ismail Sumitro ditunjuk oleh Pemerintah Desa Sudimara sebagai Panitia dalam perayaan Peringa
Menu Publik

Peraturan

  • Belum Tersedia

Informasi Keuangan

  • Belum Tersedia

Agenda Kegiatan

  • Belum Tersedia